Blog
Klakson Bus: Jenis Suara, Telolet, dan Tips Pilih yang Legal & Awet
Klakson bukan sekadar pelengkap di bus. Suaranya jadi identitas armada sekaligus alat komunikasi penting di jalan, terutama saat menyalip di jalur antarkota. Tapi memilih klakson bus nggak bisa asal keras — ada urusan kompresor, pemasangan, dan juga aturan. Berikut panduan singkatnya.
Jenis Klakson Bus
Klakson Angin (Air Horn)
Ini yang paling umum di bus besar. Suaranya menggelegar karena digerakkan tekanan angin dari kompresor/tabung. Cocok untuk bus yang butuh suara tegas di jalan raya.
Klakson Telolet
Telolet jadi fenomena khas bus Indonesia. Pada dasarnya ini rangkaian beberapa terompet angin yang disetel menghasilkan nada berurutan. Perlu diingat: pemakaian telolet diatur dan di beberapa kondisi dilarang karena bisa mengganggu konsentrasi pengguna jalan lain. Gunakan dengan bijak dan sesuai aturan setempat.
Klakson Listrik
Lebih sederhana, tidak butuh kompresor, tapi suaranya tidak sekencang klakson angin. Biasanya jadi cadangan atau untuk bus kecil.
Butuh Kompresor dan Tabung
Klakson angin dan telolet butuh sumber angin. Kalau busmu belum punya sistem angin yang memadai, kamu perlu menambah kompresor dan tabung. Pastikan kapasitasnya cukup supaya suara tetap lantang dan stabil.
Tips Memilih
- Sesuaikan dengan sistem angin bus yang sudah ada.
- Pilih bahan terompet yang tahan karat biar awet kena cuaca.
- Patuhi aturan soal penggunaan telolet di jalan.
- Pasang oleh yang paham biar sambungan angin tidak bocor.
Lengkapi Aksesoris Busmu
Selain klakson, Trinindo Global menyediakan beragam aksesoris bus lain untuk mempercantik dan melengkapi armada. Mau tanya ketersediaan atau cara pesan? Hubungi admin kami di WhatsApp 0821-1322-8885.